Lima Cara Mengembangkan Bisnis UMKM Biar Makin Cuan

Lightbulb is located on the soil, plant are growing.Renewable energy generation is essential in the future

Pandemi yang sudah berjalan selama lebih dari setahun ini memang memaksa kita membatasi kegiatan di rumah. Namun di sisi lain, pandemi justru mengajarkan kita cara untuk melawan keterbatasan dan menjadi lebih adaptif.

Hal ini terlihat pada sebagian bisnis UMKM yang berhasil menyesuaikan diri di tengah kesulitan. Kini banyak pemilik UMKM yang menjadi kreatif dan terus berinovasi. Misalnya yang awalnya harus bertransaksi secara konvensional, kini bisa beradaptasi dengan sistem transaksi online. Bahkan banyak bisnis yang malah makin untung karena perubahan sistem daring ini.

Untuk dapat menjadi pebisnis yang adaptif dalam berbagai kondisi, kamu harus terus belajar dan mengembangkan kemampuan diri. Agar jika datang tantangan yang tak terduga seperti pandemi ini, kamu masih bisa membuat usahamu bertahan dengan baik.

Nah buat kamu nih yang ingin memulai punya bisnis kecil-kecilan atau yang sedang mengelola UMKM wajib mengetahui cara-cara untuk mengembangkan bisnis agar bisa bertahan di tengah krisis akibat pandemi ini. Apa saja sih caranya?

1. Kenali dan tentukan target market dengan tepat
Sebagai pebisnis, meskipun masih kecil kamu wajib memiliki kelompok target atau sasaran konsumen yang tepat. Selain itu kamu juga harus memahami pola perilaku calon konsumen dengan melakukan riset.

Contohnya jika yang kamu jual adalah produk fashion hijab untuk anak muda, kamu harus paham segmen mana yang biasanya membeli barang tersebut. Apakah orang dewasa dengan rentang usia 40 tahun ke atas, atau perempuan usia 15 hingga 35 tahun. Jenis kelamin, umur, pendidikan, dan pekerjaan bisa menjadi acuan kamu dalam menentukan segmen market. Jika kamu masih bingung, lakukan riset dengan melakukan polling di media sosial atau survei kecil-kecilan.

2. Bikin produk yang dibutuhkan masyarakat luas
Setelah kamu mengenal dan menentukan target market kamu, saatnya kamu mengevaluasi produk yang kamu jual. Apakah produk kamu dibutuhkan oleh konsumen atau tidak. Jika jawabannya tidak, maka kamu harus memperbarui produk kamu dengan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Misalnya di bulan Ramadan ini, orang cenderung akan berbelanja keperluan puasa dan lebaran. Biasanya mereka akan membeli makanan, hamper atau parsel, hingga busana untuk ibadah. Kalau kamu jeli melihat kebutuhan mereka sebagai peluang, maka kamu akan bisa menentukan produk yang mereka butuhkan.

3. Keeping up with the trend
Dengan kondisi pandemi yang saat ini kita alami, banyak usaha juga dituntut untuk berubah dan beradaptasi agar bisa bertahan. Karena saat semua konsumen mengandalkan teknologi untuk memenuhi kebutuhan, maka bisnis dan usaha juga harus melakukan hal yang sama. Jadi kalau kamu masih menggunakan sistem bisnis konvensional, coba yuk untuk migrasi ke platform online, seperti e-commerce misalnya. Atau yang masih suka melakukan promosi offline, bisa juga mencoba keduanya, baik offline dan online. Jangan lupa juga untuk bekerjasama dengan layanan pesan antar dan membuka kolaborasi dengan berbagai pihak.

4. Berikan pelayanan untuk pelanggan, biar setia!
Paling penting ketika menjalankan bisnis atau usaha adalah melakukan apa yang terbaik buat pelanggan, jadi nggak cuma fokus soal kepentingan bisnis aja. Misalnya dengan membuat kontak layanan pelanggan. Supaya jika konsumen kamu punya kesulitan atau keluhan mereka nggak pusing cari-cari cara untuk menghubungi kamu. Layanan ini bisa juga jadi strategi untuk cari tahu apa saja yang harus di-improve dari bisnis kamu sesuai dengan saran konsumen. Hal ini bisa memberikan kepuasan kepada pelanggan, lo!

5. Rajin ikut webinar biar pengetahuan soal bisnis selalu up to date
Terakhir dan yang nggak kalah penting nih, sebagai pebisnis kamu harus selalu meng-upgrade pengetahuan di berbagai bidang agar usaha kamu terus meningkat. Misalnya dengan ikutan berbagai seminar virtual terutama yang berkaitan dengan pengembangan bisnis UMKM.

Lima Cara Mengembangkan Bisnis UMKM Biar Makin Cuan